Musyawarah LBM: Mandi-mandi yang disunahkan

0
111
views
Mandi-mandi yang disunahkan
Mandi-mandi yang disunahkan

(الاغتسالات المسنونة)

فتح القريب المجيب ص 7

فصل : والاغتسالات المسنونة سبعة عشر غسلا (غسل الجمعة) لحاضرها ووقته من الفجر الصادق (و) غسل (العيدين) الفطر والأضحى، ويدخل وقت هذا الغسل بنصف الليل (والاستسقاء) أي طلب السقيا من الله (والخسوف) للقمر (والكسوف) للشمس (والغسل من) أجل (غسل الميت) مسلماً كان أو كافراً (و) غسل (الكافر إذا أسلم) إن لم يجنب في كفره أو لم تحض الكافرة، وإلا وجب الغسل بعد الإسلام في الأصح، وقيل يسقط إذا أسلم (والمجنون والمغمى عليه إذا أفاقا) ولم يتحقق منهما إنزال فإن تحقق منهما إنزال وجب الغسل على كل منهما (والغسل عند) إرادة (الإحرام) ولا فرق في هذا الغسل بين بالغ وغيره، ولا بين مجنون وعاقل، ولا بين طاهر وحائض، فإن لم يجد المحرم الماء تيمم. (و) الغسل (لدخول مكة) لمحرم بحج أو عمرة (وللوقوف بعرفة) في تاسع ذي الحجة (وللمبيت بمزدلفة ولرمي الجمار الثلاث) في أيام التشريق الثلاث، فيغتسل لرمي كل يوم منها غسلاً، أما رمي جمرة العقبة في يوم النحر، فلا يغتسل له لقرب زمنه من غسل الوقوف (و) الغسل (للطواف) الصادق بطواف قدوم وإفاضة ووداع، وبقية الأغسال المسنونة مذكورة في المطولات.

Pasal: Mandi-mandi yang disunahkan ada tujuh belas

  1. Mandi jum’at bagi orang yang hendak menghadiri sholat jum’at, waktunya dimulai dari fajar shodiq.
  2. Mandi dua hari raya idul fitri dan
  3. Idul adha, waktu mandi ini masuk pada pertengahan malam. (Catatan: kesunahan mandi tersebut berhubungan dengan harinya bukan sholatnya maka kesunahan mandinya juga diperuntukkan bagi wanita haidh atau anak kecil yang belum tamyiz)
  4. Mandi karena sholat istisqo’ (meminta hujan dari Allah). (Catatan: kesunahan mandi bagi orang yang menghadirinya).
  5. Mandi karena Gerhana Bulan.
  6. Mandi karena Gerhana Matahari. (Catatan: kedua mandi tersebut kesunahannya diperuntukkan bagi orang yang hendak melakukannya).
  7. Mandi setelah memandikan jenazah, baik mayit muslim maupun mon muslim.
  8. Mandinya orang kafir setelah masuk islam, jika dia tidak junub atau tidak haidh (bagi kafir perempuan) pada saat dia masih kafir. Jika ia telah junub atau haidh pada saat kafir, maka wajib mandi setelah masuk islam menurut qoul ashoh. Menurut suatu pendapat, kewajiban mandi gugur ketika masuk islam.
  9. Mandinya orang gila dan mandinya orang berpenyakit epilepsi (dalam bahasa jawa: Ayan) ketika sembuh dan tidak nyata keluar mani dari keduanya. jika nyata keluar mani, maka wajib mandi bagi keduanya.
  10. Mandi ketika hendak melakukan ihram. Tidak ada perbedaan dalam kesunahan mandi ini antara yang baligh dan yang belum, yang gila dan yang berakal dan antara yang suci dan yang haidh. Jika orang yang ihram tidak bisa menemukan air maka bertayamum.
  11. Mandi karena memasuki kota Makkah bagi orang yang ihram haji atau ihram umrah.
  12. Mandi karena wuquf di Arafah pada tanggal sembilan Dzulhijjah.
  13. Mandi karena bermalam di Muzdalifah.
  14. Mandi karena tiga kali melempar Jumrah pada hari tasyrik. Oleh karenanya, bagi orang yang ingin melempar jumrah pada setiap hari tasyrik tersebut disunahkan untuk mandi. Adapun untuk jumrah aqabah pada hari raya qurban, maka tidak disunahkan mandi karena dekatnya jarak waktu melempar jumrah dengan mandi karena wuquf di Arafah.
  15. Mandi karena Tawaf, yang mencakup tawaf qudum, ifadhoh dan tawaf wada’.
  16. Mandi karena Sa’i.
  17. Mandi karena nemasuki kota madinah. (Catatan: pada kitab matan ghoyah wa taqrib dicantumkan kedua mandi ini, yaitu mandi karena sa’i dan masuk kota madinah, sedangkan pada syarahnya, yaitu fathul qorib tidak mencantumkan mandi tersebut.

Dan mandi-mandi sunah yang lainnya diterangkan pada kitab yang penjabarannya lebih luas.

PERTANYAAN DARI FAN FIQIH

  • Pertanyaan:

Kapan berakhirnya kesunahan mandi pada saat terjadi gerhana?

  • Jawaban

Masuknya waktu kesunahan mandi yaitu pada permulaan perubahan gerhana, sedangkan waktu berakhirnya kesunahan mandi tersebut ketika matahari atau rembulan telah terang kembali.

Marji’ dan Ibarat

حاشية الباجوري (ج 1 / ص 153) دار الكتب العلمية

  • Pertanyaan

Apakah mandi sunah yang tertinggal, masih sunah untuk diqodho’i?

  • Jawaban

Tidak sunah untuk diqodho’. Karena mandi sunah yang yang digantungkan dengan waktu, jika waktunya telah hilang maka kesunahannya juga ikut hilang semisal mandi jum’at. Dan mandi sunah yang digantungkan dengan adanya sebab, jika sebabnya telah hilang maka kesunahan mandi tersebut juga hilang semisal mandi karena gerhana bulan atau matahari dan mandi karena sholat istisqo’ menurut pendapat yang mu’tamad.

Marji’ dan Ibarat

(بغية المسترشدين للسيد باعلوي الحضرمي – (ج 1 / ص 55

(إعانة الطالبين – (ج 2 / ص 87

(أنوار البروق في أنواع الفروق  – (ج 3 / ص 500

  • Pertnyaan

Apakah tata cara mandi sunah sama dengan mandi wajib?

 Jawaban

Tata cara mandi wajib dengan mandi sunah ialah sama, yang membedakan dalam segi niatnya saja.

Marji’ dan Ibarat

(فتح القريب المجيب لابن قاسم الغزي – (ج 1 / ص 12

  • pertanyaan

Apakah keluar madzi juga menjadikan adanya kesunahan mandi?

  • Jawaban

Tidak mewajibkan mandi, akan tetapi cuma mewajibkan untuk dibersihkan dan wudhu.

Marji’ dan Ibarat

[كفاية الأخيار في حل غاية الإختصار – [ج 1 / ص 32

  • pertanyaan

Maksud dari kalimat (غسل الميت مسلما كان او كافرا?) padahal mayit kafir tidak perlu dimandikan.

  • Jawaban

Pemahaman dari sa’il kurang tepat jika mayit kafir tidak boleh dimandikan, kenyataannya dalam keterangan kitab mengatakan bahwa mayit kafir diperbolehkan untuk dimandikan, bahkan dikafani dan kuburkan juga diperbolehkan, hanya disholatkan yang tidak diperbolehkan.

Marji’ dan Ibarat

(فتح القريب المجيب لابن قاسم الغزي – (ج 1 / ص 49

حاشية الباجوري (ج 1 / ص 466) دار الكتب العلمية

(فتح الوهاب – (ج 1 / ص 136

  • Pertnyaan

Jelaskan kembali tentang pembacaan maksud

وغسل (الكافر إذا أسلم) إن لم يجنب في كفره أو لم تحض الكافرة، وإلا وجب الغسل بعد الإسلام في الأصح، وقيل يسقط إذا أسلم؟

  • Jawaban

mandinya orang kafir setelah masuk islam, jika dia tidak junub atau tidak haidh (bagi kafir perempuan) pada saat dia masih kafir. Jika ia telah junub atau haidh pada saat kafir, maka wajib mandi setelah masuk islam menurut qoul ashoh. Menurut suatu pendapat, kewajiban mandi gugur ketika masuk islam.

Marji’ dan Ibarat

(فتح القريب المجيب لابن قاسم الغزي – (ج 1 / ص 14

Berikan komentar