SUNDRA BERBUNGA, ARTIKEL MAJALAH MENARA PP.SUNAN DRAJAT

0
149
views
sundra berbunga (2)
sundra berbunga (2)

SUNDRA BERBUNGA

            Walaupun terlihat biasa – biasa saja, tak tahukah jika setiap detik yang berlalu dipesantren ini membuat kelopak – kelopak baru tumbuh. Terciptanya pesantren yang sebesar ini tak bisa langsung dalam sekejap terbentuk. Namun dengan perlahan meluas. Apakah sudah berhenti bertunas sekarang? Tidak, perjuangan masih belum selesai. Buktinya para masih terus berjuang menumbuhkan bunga.

Pertama

Yang dulunya bernama STAIRA kini bermetamorfosis menjadi INSUD. Perjuangan memberi nama baru ini tidaklah mudah. Berjuang meningkatkan kualitas dan kuantitas masih terus diusahakan. Di INSUD semua jurusan masih melakukan uji coba kelayakan untuk dijalankan. Salah satunya kini masa ujian untuk jurusan baru INSUD yakni BKI (bimbingan korseling islam) dan MPI (management pendidikan islam). 

Pada tanggal 08 mei 2017 kemarin, penilaian terhadap kedua jurusan tersebut dilaksanakan. Proses akreditasi untuk dua jurusan tersebut dinilai langsung oleh 2 tim ahli dari luar jawa. Mereka dijemput langsung oleh perwakilan INSUD di bandara Juanda Surabaya tanggal 07 mei 2017. Setelah beristirahat di TKBR (Tanjung Kodok Break Resort) semalam, mereka diajak oleh tim penjemput dari INSUD untuk sowan ke abah yai. Setelah sowan mereka melalui prosesi acara pembukaan di gedung pertemuan SUNDRA selama kurang lebih 1 jam, setelah resmi dibuka mereka langsung menjalankan proses penilaian akreditasi di 2 jurusan INSUD. Selama proses tersebut, semua guru yang bersangkutan di haruskan menyetorkan berkas dan program studynya kepada tim ahli. Sampai kurang lebih jam 9 malam proses pemeriksaan berlanjut, akhirnya penialaian akreditasi 2 jurusan di INSUD selesai. Setelah selesai, mereka terlebih dahulu harus melalui proses acara penutupan di gedung pertemuan. Sebelum beranjak, mereka menyempatkan diri sowan kembali ke abah yai di rumahnya. Mereka juga menyempatkan diri merasakan pijatan refleksi dari alumni Santri SUNDRA yakni Bapak Nur Khan selama 1 jam.

Proses akreditasi tersebut dijalankan dengan sangat baik oleh pihak INSUD. Segala persiapan dilakukan untuk akreditasi tersebut. Misalnya menyiapkan segala berkas-berkas yang akan di nilai jauh-jauh hari. Akreditasi tersebut menilai segala aspek Jurusan

Pernah dengar ? ada yang bilang kalau seorang santri itu cuma pintar do’a?kalau pernah,tidakah ada hasrat di hati kita untuk membuktikan bahwa kalimat tersebut tidak sepenuhnya benar! memeng sudah lumrah untuk diketahui kalau kebanyakan ulama’ yang dulunya seorang Santri pula lebih dominan berbicara tentang Agama dan Agama. Tak jarang pula seorang Ulama’ dapat membantu orang sembuh dari sakitnya dengan perantara berdoa kepada Allah SWT. Para Ulama’ yang biasa disebut Tabib oleh Masyarakat luar ini dulunya adalah juga seorang Santri yang telah diwarisi bakat dan ilmu kitab oleh Kyai pengajarnya. Dan begitulah turun temurun ilmu yang membuahkan pendapat kalau Santri cuma pintar doa.

Tapi kalau diperhatikan secara mendetail, ada hal besar yang luput dari pandangan Masyarakat. Santri tidak hanya bisa menggantungkan cita-cita pada pesantrennya. Tapi lebih dari itu, santri bahkan bisa melebihi orang luar dalam hal cita-cita.

Seorang Santri memenglah mempunyai keterbatasan dalam hal infomasi dari luar pesantren tidak adanya media elektronika didalam pondok menjadikan seorang santri jadi kurang update,atau bisa disebut ”kudet”. seorang Santri memang kudet dunia luar pesantren. Tapi, apakah orang luar tahu tentang kegiatan kita di dalam? tidak, Kalau bisa dibilang ”santri tidak tahu luar, namun luar tidak tahu santri”. Seandainya pun mereka tahu, apa saja yang dilakukan para Santri, maka mereka tak hanya kagum, namun juga akan terkesima. Karena kehebatan seorang santri, maka dari itu. Jangan pernah meremehkan seorang Santri.

Walaupun berada didalam dunia penuh aturan dan serba terbatas. Sebenarnya Santri bisa berkarya gemilang. Apa masalahnya jika kita berkemauan menjadi seorang yang dapat mempengaruhi dunia.Yang sebenarnya adalah masalah itu ada pada diri kita sendiri. Kita yang meremehkan kemampuan yang terpendam dalam diri.Seorang yang bijak dapat menjadikan kelemahan mereka menjadi sebuah keajaiban.Mungkin kalimat motivasi itulah yang membuat salah satu seorang santriwan yang gigih dalam perjuangannya ditengah terbatasnya pesantren. Ialah Febri, Seorang santri yang memiliki semangat yang luar biasa di dalam pesantren, dia menulis dan terus menulis disela kegiatan pondok yang padat. Apa yang ia tulis? Ia berhasil menciptakan sebuah novel yang saat ini sudah dikenal Masyarakat dan kehebatannya kini sudah diakui oleh dunia. Novel yang telah ia ciptakan telah dibeli seharga 90 juta oleh sebuah perusahaan percetakan. Sampai sekarang ia masih menyempatkan menulis sebuah novel ditengah kesibukannya menjadi santri.

Dia adalah contoh kecil seorang Santri yang sudah berhasil dalam hidupnya. Sebenarnya masih banyak contoh santri yang sudah sukses namun catatan kehidupannya luput dari pandangan Masyarakat. Maka dari itu, kalau kita ingin membuktikan bahwa seorang santri itu bisa berkarya bukan cuma bisa doa. Kita harus punya semangat tinggi untuk mencari ilmu dan mengamalkannya.

Sebenarnya masalah itu bukan ada pada kurangnya pengetahuan luar. Tapi sebenarnya masalah itu ada pada diri kita sendiri. Kita yang meremehkan kemampuan yang ada pada diri sendiri. Kita selalu berfikir negative tentang kemampuan kita. Kita menganggap kalau kurangnya informasi dan pengetahuan luar dapat menjadi dinding penghalang kesuksesan kita. Seringkali santri merasa iri kepada dunia luar yang tahu segalanya dengan internet, namun tak menyadari bahwa dari kitalah dunia berubah. Bukankah buku adalah jendela dunia. Kita juga memilikinya di pesantren, bahkan buku yang kita punya, akan jadi luar biasa jika kita bisa memanfaatkannya.

Bermimpi, mimpi bisa menjadi awal langkah kita untuk merubah dunia. Dengan bermimpi, kita akan terobsesi mewujudkannya menjadi nyata. Karena bila mimpi belum terwujud akan ada rasa  tidak puas dan kita akan terdorong melakukan apapun untuk mewujudkan mimpi kita. Jika kita punya niat dan usaha yang keras. Kita bisa merubah dunia, mengggenggam di tangan dan tersenyum melihatnya saat tangan kita terbuka .

Boleh-boleh saja orang luar bicara tentang kita. Tapi kita juga bisa membuat mereka bungkam dengan keajaiban yang kita lakukan untuk merubah dunia. Bahkan, pada salah satu kesempatan dipengajian Santri hari jumat Prof. Dr. KH Abdul Ghofur mengatakan,“ bukan Santri kalaau tidak sukses”. Mengapa demikian. Karena kita juga diajarkan tentang Ilmu dunia di dalam pesantren setiap hari dan lebih dari itu kita juga bisa berdoa bukan?. Kita sudah digembleng dengan matang di dalam pesantren oleh Guru-guru yang tak kalah professional dengan sekolah luar. Dengan bekal Ilmu pengetahuan kita bisa menjadi orang yang hebat semudah membalikkan tangan, jika fikiran luas berkerja keras dan berjuang ikhlas. Siapa yang memimpin negri kalau bukan Santri. Santri pemimpin negeri bekrualitas luar dalam, jiwa dan raga. Bukan karna disebut-sebut sebagai kaki tuhan kita berkarya, bukan karna embel-embel Santri kita berdiri. Tapi karna niat yang kuat. Itikad yang sempurna, kita bisa menjadi pribadi contoh negeri. Dengan semangat berjuang, berdoa dan bertakwa kita dapat merubah dunia.

Berikan komentar