Profil Madrasah Mu`alimin Mu`alimat Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan

0
224
views
rsz_profile_madrasaha_mualimin_mualimat_yayasan_pondok_pesantren_sunan_drajat_lamongant
rsz_profile_madrasaha_mualimin_mualimat_yayasan_pondok_pesantren_sunan_drajat_lamongant

Banyak orang mempertanyakan mengapa lembaga pendidikan keagamaan semisal Madrasah Mu’allimin-Mu’allimat tetap survive ditengah persaingan dengan lembaga-lembaga formal lainnya yang lebih maju. Pertanyaan ini didasarkan pada pengalaman sejarah bahwa sejak dilancarkannya perubahan atau modernisasi pendidikan di berbagai kawasan dunia Muslim, tidak banyak lembaga-lembaga pendidikan keagamaan yang mampu bertahan. Kebanyakan lenyap setelah tergusur oleh ekspansi sistem pendidikan umum atau mengalami transformasi menjadi lembaga pendidikan umum atau setidak-tidaknya menyesuaikan diri dan mengadopsi isi dan metodologi pendidikan umum.

 

Melihat realita seperti ini, maka orientasi masyarakat mengalami perubahan dalam memilih lembaga pendidikan yang sebelumnya selalu memprioritaskan pendidikan umum yang notabene produk imperialist menuju sebuah sistem pendidikan yang memadukan dua aspek yaitu aspek moral dan intelektual. Ini penting untuk dilakukan mengingat aspek intelektual saja tidak cukup untuk mendidik anak. Kenakalan remaja saat ini merupakan salah satu gejala dari aspek moral yang tidak mendapatkan perhatian.

 

Sebagai lembaga yang berorientasi pada “Tafaqquh fi al-din” maka Lembaga Muallimin-Mu’allimat akan selalu eksis dalam setiap kegiatan-kegiatan keagamaan baik dalam level regional maupun nasional dengan tetap tidak meninggalkan aspek umum karena ini modal untuk bersaing dalam kehidupan di dunia.

 

Oleh karenanya, lembaga ini menata sistem pendidikannya secara terprogram dan terencana sehingga cita-cita lembaga untuk mencetak kader-keder yang berkualitas, terampil, penuh dedikasi tinggi dengan tetap mengedepankan akhlaqul karimah akan tercapai.

 

 

  1. Latar Belakang Berdirinya

     Madrasah Mu’allimin Mu’allimin (MMA)

 

Berdirinya lembaga Mu’allimin-Mu’allimat (MMA) tidak bisa dilepaskan dari pendiri pondok pesantren Sunan Drajat KH. Abdul Ghofur yang prihatin melihat alumni dari pesantren ini banyak yang tidak begitu menguasi ilmu agama sehingga belum siap untuk diterjunkan dimasyarakat. Kyai berkeinginan ada satu lembaga yang khusus mendalami ilmu agama murni  tetapi bisa mengikuti ujian negara. Ini bertujuan para lulusan yang pandai-pandai bisa mengabdikan ilmunya baik dijalur formal maupun informal.  

 

Untuk menindaklanjuti pemikiran di atas beberapa guru senior yang ada di Pondok Pesantren Sunan Drajat  Bpk Abdurahman AF, H. Moh. Rodli, dan Bpk Moh Dahlan mengusulkan kepada Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat untuk membentuk sebuah Lembaga yang bisa merealisasikan cita-cita luhur tersebut.

Setelah musyawarah beberapa kali dengan pengasuh akhirnya diputuskan nama lembaga yang dipandang sesuai dengan dunia pendidikan kegamaan yakni Mu’allimin Mu’allimat. Nama ini di ilhami kebesaran Madrasah Mu’allimin Tambak beras, Kulliyatul Mu’allimin Gontor yang telah banyak mencetak kader-kader ulama di nusantara bahkan sampai manca negara.

Maka pada awal ajaran baru tepatnya tanggal 15 Juli 1994 lembaga ini diresmikan oleh pengasuh pondok pesantren Sunan Drajati KH Abdul Ghofur. Dalam sambutan peresmiaanya pengasuh menyambut antusia berdirinya lembaga yang merupakan ciri khas dari pesantren Sunan Drajat ini. Sebagai bentuk apresiasinya semua putra-putri beliau di masukkan di Muallimin-Mu’allimat (MMA).

 

 

Visi, Misi Dan Tujuan

 

  1. Visi

 

            Visi Madrasah Mu’allimin Mu’allimat adalah “Terwujudnya Kader Ulama’ berwawasan global “.

 

  1. Misi

 

  1. Melaksanakan bimbingan, pembelajaran dan penghayatan Islam secara optimal
  2. Menumbuh kembangkan sikap akhlaqul karimah pada siswa yang sesuai dengan syariat Islam.
  3. Menumbuhkan sikap kompetitif pada siswa untuk meraih prestasi yang tinggi.
  4. Mengaktualisasikan keilmuan dalam segala aspek kehidupan
  5. Menumbuhkan semangat keterpaduan dan sinergitas antara Madrasah, Pesantren dan masyarakat

 

  1. Tujuan

 

  1. Membentuk kader ulama’ yang berkualitas dan profesional di bidang keilmuan dan mengamalkanya serta siap mengembangkan agama Islam ‘ala Ahlis sunnah wal Jama’ah
  2. Menyiapkan kader ulama’ yang mampu menjawab masalah sosial keagamaan sesuai dengan perkembangan zaman
  3. Mewujudkan wadah pengembangan idealisme ilmiah yang terjangkau oleh masyarakat.

 

 

 

 

 

 

Kurikulum

Berbeda dengan lembaga lainnya yang dalam penyusunan kurikulumnya tidak bisa dilepaskan dari campur tangan pemerintah (depag atau diknas), untuk madrasah mu’allimin beda disebabkan lembaga ini otonomi murni, tidak ada ikatan kedinasan dengan instansi apapun. Oleh sebab itu pengurus lembaga sangat leluasa untuk mendesign kurikulum sesuai dengan kebutuhan siswa. 

 

Mu’allimin merupakan lembaga yang spesifikasi keilmuannya adalah fiqh. Karenanya dalam penyusunan kurikulum lebih memprioritaskan materi-materi pendukung dari fiqh semisal usul fiqh, qowa’id al-fiqh, balaghoh dan lainnya. Meski demikian bukan berarti siswa MMA tidak dibekali pengetahuan umum sama sekali, ada empat pelajaran yang dipertahankan untuk tetap diajarkan yakni Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Ekonomi dan Matematika. Ini dimaksudkan sebagai persiapan menghadapi Ujian Negara (UN).

 

Ciri khas dari Mu’allimin terletak pada kurikulum prakteknya. Banyak materi yang harus di praktekkan oleh siswa, diantaranya :

 

  1. Praktek Mengajar Siswa (PMS)

Program praktek mengajar ini hanya khusus kelas enam. Mereka praktek  pada kelas-kelas dibawaknya mulai kelas 1 s/d 3. Ini bertujuan membiasakan peserta didik menghadapi siswa dengan berbagai watak dan karakter yang meragam. 

 

  1. Praktek Baca Kitab (PBK)

Praktek ini berlaku pada semua kelas dengan standar kitab yang disesuaikan kemampuan siswa pada setiap semester. Disamping itu, khusus kelas enam ada ujian akhir baca kitab yang dilaksanakan secara terbuka dihadapan seluruh siswa.

 

  1. Praktek Ibadah Siswa ( PIS )

Praktek ini diperuntukkan pada semua kelas dengan materi ibadah yang berbeda-beda mulai dari tata cara wudhu, sholat, memandikan dan menshalati janazah dan lainnya. Ini bertujuan membekali siswa tentang persoalan yang sering terjadi di masyarakat.

 

  1. Praktek Baca al-Qur’an (PBQ)

Praktek ini berlaku pada semua kelas yang tujuannya mengevaluasi perkembangan siswa dalam baca al-Qur’an. Ini penting karena modal utama untuk terjun di masyarakat adalah kemampuan baca al-Qur’an. Sepintar apapun seseorang tetapi baca al-Qur’annya lemah maka akan mengurangi kepercayaan masyarakat.

 

  1. Praktek Karya Tulis (PKT)

Program ini diperuntukkan bagi kelas enam yang merupakan tugas ahir dari materi bahasa Indonesia. Karya tulis ini berbentuk paper yang boleh mengupas persoalan apapun asalkan menurut tinjauan Islam.

 

 

 

 

 

 

No Mata Pelajaran K E L A S         Jumlah
    1 2 3 4 5 6  
1 Qur’an/Tajwid 4 2         6
2 Hadits 3 3 3 2 2 2 15
3 Tafsir   3 3 3 3 3 15
4 Tuhid 3 3 3 3 3   15
5 Fiqih 4 4 4 4 4 4 24
6 Akhlaq 3 3 3 3 3 2 17
7 Faro’idl       3     3
8 Tarekh 2 3 3       8
9 Aswaja     2     2 4
10 Khoth / Imla’ 2           2
11 Study Teks 6 6 6 6 6 6 36
12 Bahasa Arab 4 4 4 3 4 4 23
13 Nahwu 8 8 8 8 6 6 44
14 Shorof 4 4 2 4     14
15 Qowa’idul I’lal     2       2
16 Qowa’idul I’rob       2     2
17 Ilmu Tafsir       2     2
18 Ilmu Hadits         2   2
19 Tarekh Tasyri’         2 2 4
20 Ushul Fiqih       2 2 2 6
21 Qowa’idul Fiqhiyah         3 3 6
22 Balaghoh         2 2 4
23 Mantiq           2 2
24 Ilmu Falak         3   3
25 Bahasa Indonesia 3 3 3 3 3 4 19
26 Bahasa Ingris 4 4 4 3 3 4 22
27 MTK 4 4 4       12
28 Ekonomi       3 3 4 10
29 SKI / SPI           2 2
                 
Jumlah 54 54 54 54 54 54  

 

 

Tenaga Pengajar, Staf Administrasi dan

Siswa Madrasah Mu’allimin Mu’allimat ( MMA )

           

Dalam rekruitmen guru, madrasah Mu’allimin tidak mensyaratkan harus sarjana S1 atau S2. Perioritas adalah pengetahuan (wawasan) keagamaan (perkitaban) dari seorang guru meski dia hanya mengenyam pendidikan pesantren salaf.  Yang terpenting lagi bagaimana guru itu  dedikasi, motivasi dan moral yang baik untuk mendidik anak.

Meski demikian bukan berarti semua guru muallimin tidak ada yang serjana, banyak diantara mereka yang lulus S 2 bahkan ada juga yang lulusan timur tengah.

Kebanyakan Guru Mu’allimin Mu’allimat tinggal di pesantren atau di sekitar pesantren, mereka banyak berkiprah membantu pesantren dalam pengajian kitab salaf sehingga bias mengawasi langsung perkembangan siswa-siswinya.

            Madrasah Mu’allimin Mu’allimat (MMA) dalam melaksanakan tugas akademiknya saat ini telah mempunyai 45 Tenaga Pengajar dan 3 Staf Administrasi untuk menjalankan tugas pembelajaran siswa sebanyak 612 yang sedang menuntut ilmu di Madrasah ini pada periode tahun 2017 – 2018.

 

 

Program  yang sedang di Laksanakan

 

            Untuk menunjang metode pengajaran dalam kelas di Madrasah Mu’allimin Mu’allimat, maka Madrasah membuat program diluar kelas yang diharapkan siswa lebih dapat menguasai, menghayati dan memahami metodik dan didaktik yang telah diajarkan baik secara teori maupun praktis.

  1. Musyawaroh tiap malam (5 kali dalam seminggu)
  2. Dirosah Islamiyah
  3. Muhadatsah ( Nahwu Amtsilaty )
  4. Imamah, Khitobiyah dan Da’wah
  5. Amaliayatut Tadris ( praktek mengajar untuk siswa kelas V, dan VI )
  6. Tadribud Diratsah Al Islamiyah fi Kutubit Turats ( bedah kitab )
  7. Rihlah Ilmiyah ( studi tour )
  8. Madrasah Diniyah Mu’allimin-mu’allimat
  9. i. Jam’iyatut Thulab ( adalah sebagai wadah / wahana untuk menuangkan kreatifitas dan kegiatan – kegiatan Ekstra kurikuler yang ada madrasah Mu’allimin Mu’allimat

 

Fasilitas yang dimiliki Madrasah Mu’allimin Mu’allimat

 

            Disamping program pengajaran di dalam kelas dan di luar kelas Madrasah Mu’allimin Mu’allimat juga melengkapinya dengan beberapa fasilitas penunjang lainya yang berupa laboratorium bahasa, perpustakaan dan laboratorium komputer.

 

Prestasi Siswa 4 Tahun Terahir

 

Juara I MTQ Anak-anak (Kec), Juara I MTQ Anak-anak (Kab), Juara II MSQ (Kab), Juara I Tafsir Al-Qur’an (Kab), Semifinalis Olimpeade Bahasa Inggris se-Karesidenan (Unisda), Juara III Pidato Bahasa Inggris (Kab), Delegasi MTQ Anak-anak se-Jatim (Banyuwangi), Delegasi MQK se-Jatim (Tulungagung), Semifinalis Olimpeade Akuntansi se-Karesidenan (Unisda), Juara I dan III Baca Kitab (Kab), Juara I Baca kitab antar Pesantren se-Jatim (PP Tabah Kranji), Semifinalis Baca Kitab Nasional (Bandung), Beasiswa Siswa Prestasi di UGM (Jogjakarta), Juara III Baca Kitab Fathul Mu’in golongan Putra Dewasa (Kab), Juara II Baca Kitab Tafsir Al-Maraghi golongan Putri Dewasa, Juara III Baca Kitab golongan Anak-anak Putra dan Putri. Juara II Pidato Bahasa Inggris se-Jawa Timur (Maskumambang Gresik)

 

Berikan komentar