Pentingnya Mencari Ilmu

0
6
views
Pentingnya Mencari Ilmu

Hai smart people, kalian sudah tahu kan betapa orang yang mencari ilmu memiliki kedudukan yang sangat mulia, bahkan dunia dan akhirat. Tentu teman-teman semua sudah tidak asing lagi dengan kata-kata ini. Maka dari itu, marilah kita telaah kembali beberapa hadist yang sangat menganjurkan kita untuk mencari ilmu. Apalagi kita yang masih diberi dua kenikmatan yang sangat berharga ini yaitu nikmat sehat dan nikmat kesempatan, tentunya mencari ilmu adalah salah satu cara untuk mensyukuri dua nikmat tersebut.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖوَإِذَاقِيلَ انْشُزُوافَانْشُزُوا يَرْفَعِ  الله الذِيْنَ امَنُوا مِنـْكُمْ وَالّذِيْنَ اُوتُو الْعِلْمَ دَرَجَـتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْـمَلُـوْنَ خَـبِيْـر 

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu: Berilah kelapangan di dalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan  memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah  kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat”. (Q.S Al-Mujadalah ayat 11).

Berangkat dari ayat di atas, berikutnya tulisan ini akan menjabarkannya terkait rentetan hadist mengenai mencari ilmu. Mari kita coba telaah satu persatu.

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ

Artinya: “Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr).

Hadist ini sebagai dasar pegangan bahwa setiap umat islam tanpa terkecuali, dia mempunyai kewajiban untuk mencari ilmu. Bukan hanya yang kaya, miskin, ganteng, cantik, jelek, tapi semuanya diwajibkan untuk mencari ilmu. Maka sebaliknya, jika di masa hidupnya dia sama sekali tidak mempunyai keinginan dan beranjak untuk belajar, maka dosa besar baginya. Karena perintah mencari ilmu itu tuntutan seumur hidup.

أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى الَّلحْدِ

Artinya: “Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat”. (Al Hadits).

Seperti yang telah diriwayatkan, bahwa mencari ilmu itu tidak semasa kecil saja, bukan menunggu dewasa, bahkan sangat salah jika manusia mengira bahwa mencari ilmu menunggu usia tua. Karena dalam hadis tersebut sudah jelas tertulis bahwa mencari ilmu dimulai sejak manusia dalam buaian artinya masih dalam bimbingan orang tua seperti halnya dulu ketika semua ibu-ibu mengajari anak-anaknya untuk mengucap kata “ayah” dan “ibu”, mengajari anaknya mengenal sebutan-sebutan di sekelilingnya sampai bahkan mulut ini sudah tidak mampu mengucap kata-kata karena faktor usia. Di situlah menuntut ilmu sangat dianjurkan. Artinya, menuntut ilmu tidak memandang usia dan sampai kapanpun selama nafas masih dapat keluar masuk lubang hidung, maka orang tersebut masih diperintahkan untuk terus mencari ilmu. Dijelaskan dalam hadis yang lain terkait ini juga.

مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ

 

Artinya: “Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka dia didalam jalan Allah hingga pulang”. (HR. At-Tirmizi)

Berangkat dari niat dan dilakukan dengan tindakan, dijelaskan bahwa selama dia dalam proses mencari ilmu, maka senantiasa dia adalah fisabilillah. Maka makna keluar memiliki makna yang sangat luas, bisa berarti ketika beranjak dari rumah menuju majlis, juga termasuk sesorang yang hijrah ke tempat yang jauh dalam rangka mencari ilmu. Mengapa demikian, karena anjuran hadist mengenai printah mencari ilmu ketempat yang jauh itu juga pernah diriwayatkan.

اُطْلُبُوْا العِلْمَ وَلَوْ في الصِّينِ

Artinya: “Tuntutlah ilmu, walau di negeri cina.” (HR. Ibnu A’di)

Betapa perintah mencari ilmu sangat dianjurkan bahkan di hadist lain mewajibkannya. Tidak melulu mencari ilmu itu terkait pria dan wanita, mencari ilmu ketika muda saja, bahkan sampai tua, mencari ilmu tidak hanya di masjid dekat rumah atau sekolahan di desa, bahkan sampai ke negeri tetangga. Semua itu menunjukan bahwa betapa pentingnya mencari ilmu. Karena jika seseorang menginginkan dua hal (dunia dan akhirat) semua itu juga diraih dengan ilmu.

مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

Artinya: “Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduannya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi)

Setelah membaca hadist di atas, kita mau tidak mau harus mencari ilmu. Karena segala hal baik itu bersifat duniawi atau ukhrawi maka semuanya hanya bisa didapat dengan ilmu. Maka sudah selayaknya bagi kita menyibukkan diri untuk mencari ilmu sampai kita berfikir tiada hari untuk mencari ilmu.

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَطْلُبُ فِيْهِ عِلْمًا سَلَكَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْـجَنَّةِ وَإِنَّ الْـمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ

Artinya: Dari Abi Darda r.a. berkata, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Bagi siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya ke surga. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya kepada penuntut ilmu karena malaikat senang dengan orang yang mencari ilmu”. (HR. Ibnu Majah)

Tidak hanya Allah yang menyukai orang yang mencari ilmu, malaikat pun sampai rela meletakkan sayapnya untuk orang orang yang mencari ilmu. Bukan hanya orang tua, saudara dan teman orang-orang yang berangkat mencari ilmu akan disenangi. Hal tersebut menunjukan bahwa betapa besar keutamaan orang-orang yang mencari ilmu.

Berikan komentar