PEMBUKAAN BAHTSUL MASAIL XL FMPP (Forum Musyawarah Pondok Pesantren)di Pondok Pesantren Sunan Drajat

0
27
views

PPSD-(10/01/2024) Pukul 17:30 WIB Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) ke-40 yang bertempat di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan resmi dibuka. Acara yang dilaksanakan selama 2 hari tersebut­­ (10-11) dibuka langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur, serta Wakil Bupati Lamongan Drs. KH. Abdul Rouf M.Ag. dengan simbolis pemukulan gong. Selain Pejabat dan Ulama’, acara tersebut juga dihadiri oleh Camat Kecamatan Paciran, Kepala Lembaga Formal dan Non Formal se-Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, serta seluruh Santri Putra delegasi dari 274 Pesantren se-Jawa Madura.

            Dalam sambutannya saat acara, Attahillah Sholahuddin selaku Ketua FMPP menyampaikan sekilas tentang sejarah berdirinya FMPP, beliau mengungkapkan bahwa pada awal berdirinya, FMPP memiliki nama asli Majlis Musyawarah Pondok Pesantren (MMPP). FMPP dihelat perdana pada tahun 1995 di PP. Al-Falah Ploso, bermula dari cakupan terbatas yakni kawasan se-Keresidenan Kediri, FMPP saat ini telah  telah meluaskan cakupannya hingga se-Jawa Madura. Forum yang dilaksanakan 2 kali dalam setahun tersebut telah berhasil menyelenggarakan Forum ke-40 dan memberikan kesempatan bagi Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan untuk menjadi tuan rumah. Sedangkan dalam FMPP ke-40 ini terdapat 3 komisi yang akan memecahkan problematika yang telah disiapkan.

             Sekilas problematika yang akan dibahas dalam Bahtsul Masa’il FMPP ke-40 di Pondok Pesantren Sunan Drajat adalah diantaranya, Komisi A membahas Boikot produk Israel dan Gerakan Julid Fi Sabilillah, Tiket Euforia Wisuda, Perubahan Nomenklatur Libur Nasional dan Statemen Elia Myron, Perbedaan Lughotoh Mal adh-dhoi, Royalti Karya, serta Karantina Ikan Koi. Sedangkan Komisi B membahas Pengungsi Rohingya yang meresahkan, Zakat versi Zaman Now, Sistem iklan produk Aplikasi Shopee, Postingan mengandung berkah, Berselancar didunia Digital Metaverse, serta Pengalokasian suatu pemberian. Adapun Komisi C yang akan membahas Problematika Kenaikan Dana Haji, Al-Qura’an Isyarat, Jual Beli akun join Netflik, Kesurupan Wirid, Anak bertangan kidal, dan TikTok Shop rugikan UMKM.*

Berikut Kutipan Kutipan dari sambutan di acara pembukaan:

            “Terimakasih pada semua peserta yang hadir di FMPP ini, semoga dapat melahirkan kajian-kajian Fiqih yang bisa menjadi pedoman tonggak utama bagi masyarakat ditengah-tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi ini.

Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Prof.Dr.KH. Abdul Ghofur

“Bahtsul Masa’il sekali nilainya sama seperti ngaji Setahun, karena Bahtsul Masail tidak hanya membahas satu pokok bahasan tapi beberapa macam ilmu yang diterapkan didalamnya, sangat beruntung kiyai muda yang mengikuti bahtsul masa’il, karena untuk mengasah kecerdasan dan mengasah keilmuannya untuk diseleraskan di forum yang mulia ini(Bahtsul Masa’il).”

Wakil Bupati Lamongan Drs. KH. Abdul Rouf M.Ag

“Dengan adanya Bahtsul Mas’ail Nahdlatul Ulama’ tidak dikhawatirkan akan krisis Ulama’, (sehingga) Pondok Pesantren akan mampu mengisi di Nahdlatul Ulama’ khususnya (jabatan) Syuriah”.

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH. Abdullah Kafabihi Mahrus

 

Saksikan pembahasannya di link live streaming di bawah ini :

https://www.youtube.com/watch?v=jPttVWBixQ0

Berikan komentar