Menyayangi Berarti Memberi Manfaat kepada Orang Lain

0
7
views
memberi-kasih-sayang

Ibnu Qoyyim berkata, “Kasih sayang adalah sifat yang menularkan manfaat dan maslahat pada orang lain, meski terkadang terlihat seperti mempersulit diri sendiri atau melakukan sesuatu yang tidak disukainya. Inilah kasih sayang yang haqiqi. Orang yang paling menyayangimu adalah orang yang mau bersusah payah untuk mempersembahkan kemudahan  bagimu dan menjauhkanmu dari bala yang dapat mendatangimu.

Di antara bentuk kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya adalah memaksa anaknya untuk bersekolah dan berkerja (yang bermanfaat) termasuk untuk belajar dalam pesantren. Barangkali sang ayah harus bersikap keras dengan cara memukul atau menjauhkan anaknya dari kesenangan dan kenikamatan yang kurang ada kemanfaatannya. Jika sang ayah tidak menjauhkan anaknya dari kesenangan dan kenikmatan yang sebenarnya justru berpotensi mendatangkan mara bahaya baginya, hal itu menunjukan kasih sayang dan perhatiannya terhadap anaknya, meski di mata sang anak, sang ayah justru amat menyayanginya dengan menyayanginya. Kasih sayang seperti ini adalah kasih sayang yang diselimuti dengan kebodohan.

Dari sini kita mengetahui dari bentuk kasih sayang Dzat Yang Maha Penyayang adalah menimpakan ujian dan musibah tertentu kepada hamba-Nya. Allah tidak akan memperkenankan Hamba-Nya mengecap beberapa kesenangan yang diketahui-Nya hanya akan membahayakan sang hamba merupakan bukti kasih sayang-Nya terhadap hamba.

Jadi ketika Allah SWT. menurunkan anugrah-Nya kepada kita berupa ujian dan musibah, yakinlah itu adalah bentuk kasih sanyang-Nya terhadap kita, agar kita menjadi hamba yang lebih memiliki kualitas yang lebih baik lagi sebagai seorang hamba. Jangan berkeci hati apalagi sampai berlari jauh dari jalan-Nya, tertaplah beriktiar, bertawakal dan meminta Allah untuk memberikan kekuatan untuk menghadapinya.

Berikan komentar