Kisah Toilet Berbayar

0
140
views
Ilustrasi

Kisah Toilet Berbayar

Teks: A h z a y

              Suatu hari, seorang lelaki tua hendak memasuki toilet di sebuah terminal. Dengan langkah pelan, ia melihat sang penjaga toilet sedang asyik membaca koran. “Nak,ini toilet untuk laki-laki?” sambil memfokuskan ke arah gambar pintu toilet. “Iya pak. Betul.”. Ketika hendak memasuki pintu toilet, sang penjaga tiba-tiba menegurnya. “Eh .. Maaf Pak!… Sekarang kalau mau masuk ke toilet harus bayar dulu.”. “Memang saya harus bayar berapa nak?” . “2.000 saja kok pak”.

            Tiba-tiba lelaki tua tadi meneteskan air mata. Pandangannya tertunduk lesu. “Eh, bapak kenapa? Apa Bapak tidak punya uang? Kalau gak punya saya gratiskan saja pak. Tenang pak tidak usah sedih”. “ Bukan begitu nak. Jangankan Cuma 2.000. Toilet ini pun mampu saya beli”. “ Lho.. Lho…. lalu kenapa bapak menangis??” Semakin heran wajah sang penjaga toilet.

           “Aku bersedih nak. Bagaimana tidak, tempat yang sekotor dan senajis ini saja ada harganya. Apalagi dengan syurga yang harum, indah nan sejuk. Berapakah harga yang harus aku bayar?. Apakah cukup amalku ini untuk ongkos masuknya.”.

Sang penjaga pun ikut terdiam dan menunduk lesu.

………….

                  Pembaca yang budiman. Bila satu bilik toilet saja ada harganya. Bila satu kursi bioskop saja ada harganya. Bila satu baris stadion saja ada harganya. Dan bila satu tempat rekreasi saja ada harganya. Lalu berapakah harga syurga-Nya Allah SWT.?

                 Masih pantaskah kita mengagunggukan dunia ini hingga lupa akan Sang Pencipta dunia?

               Semoga penulis dan pembaca selalu dalam istiqomah, menggapai mardhotillah. Aamiin.

Wallahu A’lam.

Berikan komentar