Istighotsah dan Pengajian Rutin di PPSD Cabang Kedung Santren Bojonegoro

0
8
views
Pengajian Al-Hikam

Tidak hanya sebagai pengajar dan pendiri Majlis Riyadloh III, seorang guru yang akrab disapa mas Qoim ini sudah mendirikan Pondok Pesantren Sunan Drajat cabang Kedung Santren Bojonegoro. Jadi sudah tidak diragukan lagi akan keikhlasan dan ketekunan beliau saat mengajar di pesantren juga masih aktif di Majlis Riyadloh III.

Bertepatan diadakannya rutinan malam jumat kliwon ‘Istighosah dan Pengajian’ (10/1) di sana, alumni dari Majlis Riyadloh III berkunjung untuk melaksanakan rutinan tersebut. Perjalanan dari Lamongan menuju Bojonegoro memakan waktu kurang lebih 2 jam lebih.

Tiba di tujuan hampir memasuki waktu sholat isya’. Walau dalam perjalanan para alumni kehujanan ditambah goncangan menaiki truk. Namun tidak mengurangi semangat untuk melaksanakan rutinan ‘Istighosah Dan Pengajian’ sekaligus sowan ke mas Qoim.

Santri Pondok Pesantren Sunan Drajat Cabang Kedung Santren ini kedepannya diharapkan memiliki nilai lebih. “Pondok ini harus (wajib) hafal Al Qur’an” tutur mas qoim juga memberikan sambutan hangat kepada para alumni untuk tetap semangat dalam meraih cita-cita.

Secara terbuka Mas Qoim juga membeberkan kisah menyantri dulu di Abah Ali Noko (Pendiri Majlis Riadloh I). Termasuk pesan-pesan yang sering disampaikan sang guru, bagi beliau pitutur tersebut adalah cita-cita dari Abah Linoko, Abah Yai Ghofur hingga Kanjeng Sunan Drajat dalam mensyi’arkan agama islam.

“Kalau bisa, kalian minimal harus mengajari di lembaga diniyah” tambah beliau, saat pengajian kitab ‘Syarah Al-Hikam’.

Berikan komentar