Cinta Ummu Hurairoh untuk Ziki

0
78
views
Cinta Ummu Hurairoh untuk Ziki
Cinta Ummu Hurairoh untuk Ziki

Akila terbangun dari tidurnya, ia langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk melaksanakan sholat tahajud.

Akhir-akhir ini Akila sedang berusaha untuk dapat istiqomah melaksanakan sholat tahajud setiap malam, karena ia tau betapa luar biasanya fadhilah sholat malam ini.

Ketika Akila berjalan sendirian menuju mushola tiba-tiba ia mendengar suara sesuatu. Makin lama suara itu semakin jelas di dengannya. Akhirnya dengan sedikit keberanian Akila mencari sumber suara itu. Walau sebenarnya ia sendiri amat ketakutan.

Ternyata sosok dibalik kegelapan itu adalah seekor kucing jantan yang tengah kedinginan. Tubuhnya basah kuyup, mungkin kucing itu terkena hujan lebat yang sejak kemarin siang tak kunjung reda.

Akhirnya Akila pun membawa kucing Malang itu ke kamarnya, ia lalu mengambil sarung hijau miliknya untuk menyelimuti kucing itu.

“Akila, kok malah di balkon? kamu gak ke musholla?” tanya Zizil yg memergoki Akila di balkon asramanya.
“Iya zil… setelah ini aku ke musholla, aku mau naruh kucing dulu kasihan dia kedinginan,” sahut Akila sambil meletakkan kucing itu di pojok balkon asramanya.

Setelah urusannya dengan si kucing selesai, ia lalu bergegas ke musholla, karena waktu sholat tahajud sudah akan berakhir. Setibanya di musholla Zizil sahabat Akila sudah mencarikan tempat untuk Akila. Tanpa basa-basi Akila langsung sholat di samping Zizil yang sedang membaca Al-Qur’an.

Setelah kejadian pagi itu, Akila kini jadi semakin menyayangi kucing itu. Hari-hari Akila dan Zizil pun tak luput dari kucing yang mereka beri nama Ziki yang merupakan gabungan nama mereka berdua. Ziki sangat menurut kepada Akila terkadang sepulang sekolah Akila dan Zizil akan tidur bersama di aula asramanya dan pasti di sana ada Ziki yg ikut terlelap.

Tak terasa Akila dan Zizil kini sudah menyelesaikan masa sekolahnya dijenjang SLTA. Kini keduanyapun sepakat untuk meneruskan perguruan tinggi di pesantren yang sama ketika ia masih SLTA.

Hingga ketika duduk di bangku perkuliahan pun Akila tetap menjadi pecinta kucing, entah mengapa ketika ia melihat kucing hatinya merasa bahagia dan terhibur dengan tingkah lucu si kucing.

Kecintaannya terhadap kucing membuat Akila sering di sebut Umu Hurairoh oleh teman-teman, tapi Akila tak pernah marah dengan sebutan itu, karena ia memang sangat menyukai kucing.

Hingga suatu hari ada seorang laki-laki yang datang kepada Akila, laki-laki itu sangat baik dan juga pandai. Pada awalnya mereka dekat karena berada di satu organisasi ekstra kampus yang sama. Namun Akila tak begitu menanggapi laki-laki itu sebab ia tau kalau sekarang mereka harus fokus dahulu dengan masa perkuliahannya.

Hingga akhirnya ketika keduanya telah menyelesaikan program S1 nya, laki-laki itu berniat untuk melamar Akila, namun apa yang menjadi jawaban Akila sangatlah mengejutkan semua pihak yang mendengarnya, “maafkan aku karena tidak bisa menerima niat baikmu, karena sesungguhnya rasa cinta yang ku miliki saat ini sepenuhnya milik Ziki.”

Setelah mendengar jawaban dari Akila, walaupun ia merasa sedih dan kecewa sebab ia sudah sangat menyayangi Akila sejak lama namun laki-laki itu tidak lantas terpuruk dan putus asa, merekapun tetap menjaga tali silaturahmi walau hanya melalui media sosial.

Demi mengobati rasa kecewa atas penolakan Akila, laki-laki itu melanjutkan study S2 nya di Jepang, sedangkan Akila pun melanjutkan study S2 nya di kota apel Malang.

Berikan komentar