Berdo’a di Waktu Susah atau Senang?

0
133
views
Ilustrasi: Berdoa di waktu susah atau senang

Berdo’a di Waktu Susah atau Senang?

 

Teks: A h z a y

            Seseorang bertanya akan di mana umumnya seorang hamba akan ‘mengingat’ Tuhannya?

Mereka menjawab “ketika sakit..!”

Ya betul. Mengapa bisa?

           Kami akan berikan ilustrasi. Adalah seseorang yang ditimpa cobaan berupa penyakit yang tak kunjung menemukan obatnya. Mula-mula ia berobat ke puskesmas, berlanjut ke rumah sakit terdekat, lalu pindah pada rumah sakit terkenal di negaranya, dan akhirnya –sebab belum kunjung sembuh- ia memutuskan untuk berobat ke luar negeri.

         Sesampainya di luar negeri, proses pemeriksaan dan pengobatan dimulai. Beberapa hari kemudian tidak terlihat perubahan. Dalam pandangan anda, ketika semua usaha telah dilakukan, siapakah atau apakah yang terlintas difikirannya? Ya, tentu dia akan perbanyak tetesan air mata doa, dan sudah pasti Tuhannya pun dia ingat.

             Di sinilah perumpamaan seseorang pada umumnya akan mengingat Tuhannya melalui penyakit yang tak kunjung sembuh.

             Lalu pertanyaan kedua. Dalam keadaan apakah doa kita diijabah oleh Allah? Di waktu susah atau senang? Mereka pun menjawab “ketika susah.”

Apakah betul ketika susah?

             Untuk menjawab hal tersebut. Mari kita sama-sama merenungkan kembali pesan nabi Muhammad SAW.. Sabda beliau:

قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : ” مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالْكَرْبِ فَيَكْثُرُ الدَّعَاءَ فِى الرَّخَاءِ” ( رواه  الترمذي عن أبي هريرة

Rasulullah Sallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang ingin do’anya dikabulkan oleh Allah ketika dia dalam keadaan sedih lagi susah, maka perbanyaklah berdo’a ketika waktu lapang (Riwayat Imam Tirmidzi)

             Dari hadits nabi di atas dijelaskan bahwa bila ingin doa kita dikabulkan oleh Allah di kala susah, maka perbanyaklah berdo’a di kala lapang, bahagia, sejahtera, atau sehat.

             Hal ini merupakan pengingat dan peringatan bagi manusia, yaitu ada dari mereka yang ketika mendapatkan kemudharatan di dalam dirinya, hartanya, atau keluarganya, lantas memohon dengan sepenuh hati agar dihilangkan. Namun ketika diberi nikmat, mereka lupa kepada siapa yang menghilangkan kemudharatan tadi. Yaitu melupakan do’a dan permohonan sepenuh hati yang pernah dilakukan sebelumnya.

 

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُ نِعْمَةً مِنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُو إِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ 

“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya, lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu. …” [ Az-Zumar:08 ]

 

              Kesimpulan sederhananya adalah, bila ingin mendapatkan ijabah di waktu susah, maka perbanyaklah do’a di waktu lenggang. Ingatlah Allah, maka Allah akan mengingatmu. Dan dalam keadaan apapun jangan lupa untuk tetap bersyukur.

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kamu kepada-Ku dan jangan ingakar kepada-Ku” [Al-Baqarah:152]

               Demikian penjelasan dari berdoa di waktu susah atau senang. Jika memuat kebenaran, maka hal itu dari Allah SWT, dan jika ada kekeliruan, maka itu dari sedikitnya pengetahuan kami, dan Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu, semoga sholawat dan salam senantiasa dicurahkan oleh Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW. Aamiin.

______

Alhamdulillah

Tabik.

Berikan komentar